Suka Silat Karena Asli Indonesia

By: Agt 29, 2019

Banda Aceh (Dikdasmen): Gunter Lowe peserta cabang olahraga pencak silat jenjang SMA, mengaku sudah belajar pencak silat sejak kelas 3 SD. Ia lebih memilih belajar pencak silat daripada seni bela diri yang lain.

"Silat itu merupakan bela diri asli indonesia itu yang membuat beda," ujar Gunter di kampus Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa 27 Agustus 2019.

Siswa SMAN 9 Banda Aceh ini menjelaskan bahwa dari sisi teknik, pencak silat lebih komplit dibandingkan seni beladiri lain.

"Dari sisi teknik juga beda. Perbedaannya kalau silat lebih menggunakan semua bagian tubuh. Kalau karate lebih ke tangan, sedangkan taekwondo lebih ke kaki," tandasnya.

Siswa yang mengidolakan atlet pencak silat dari Bali, yaitu Komang Hariyadi, ini optimis bahwa seni bela diri asli Indonesia ini bisa digemari di dunia internasional.

"Bisa go internasional dan saat ini sudah sangat populer di asia tenggara," ungkapnya.

Walaupun baru pertama kali mengikuti O2SN, Gunter yang mengikuti nomor tanding pencak silat, yakin bisa mendapatkan medali emas.

"Sudah persiapan mulai dari TC dan juga latihan, yakin bisa mempersembahkan medali emas," ucapnya.

Rizavan Shufi Thoriqi

Share:
No Comments
Berikan komentar
Unduh FileSE Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021
UNDUH SEKARANG
logo

DIREKTORAT JENDERAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2024 menjelaskan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah diantaranya adalah menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
KONTAK KAMI
KANTOR PUSATKompleks Kemdikbud Gedung E Lantai 5 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
021-5725610
021-5725610
pauddikdasmen@kemdikbud.go.id
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Copyright © 2020 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi All rights reserved.